PELOPOR YANG DIAM
Oleh : Calvin Wijaya
Siapakah yang menginginkan perubahan ? siapa ? mungkin kebanyakan dari kita ingin perubahan. Perubahan menjadi yang lebih baik dari sebelumnya, berubah dari yang hancur menjadi tersusun kembali, dari yang rusak menjadi tertata kembali, dari kacau menjadi aman, damai, dan tentram. Ya kita semua menginginkan perubahan menjadi yang lebih baik. Bahkan dari diri kita sendiri mendorong agar kita lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Sama seperti Negeri kita ini, diam, tenang, menunggu perubahan. Menunggu untuk diubah dengan tangan-tangan pemimpin emas di masa depan.
Lalu aku bertanya, sampai kapankah Negeri kita ini harus menunggu ? 5 tahun lagi ? 10 tahun lagi ? 50 tahun lagi ? ya benar kita menginginkan yang terbaik, sedang diri kita dikuasai ego akan diri sendiri, ego akan menang sendiri, ego yang membuat kita menjadi individualis, tidak peduli dengan lingkungan sekitar, lantas kita ingin perubahan sedang kita tak mendukungnya.
Kembali lagi aku menanyakan siapakah yang ingin berubah ? Ya! kita. Namun tak ada satupun dari kita yang mau bergerak, mau berusaha, mau bertindak, untuk melakukan perubahan itu. Apakah kita terlalu naif ? terlalu sombong menginginkan revolusi yang besar namun kita sendiri masih tetap diam di tempat tanpa melakukan apa-apa.
Coba tanyakan pada dirimu, siapakah dirimu ?
Kita adalah Pemuda-Pemuda Indonesia yang kuat, yang hebat, itu akan selalu tercamkan dalam hati dan dada kita. Kita adalah api-api kecil yang membara dengan semangat berkobar. Kita semua adalah pelopor, pelopor untuk maju, pelopor untuk berubah, pelopor agar semua menjadi lebih baik, bukan dia, bukan mereka. Melainkan engkau, melainkan kita pemuda- pemudi Indonesia.
Sudah cukup waktu kita untuk menjadi pelopor yang diam, pelopor yang mematung dan membatu, Bangkit Pemuda. Tunjukkan karyamu, tunjukkan prestasimu, tunjukkan kemampuanmu, karena kita adalah generasi yang hebat para pelopor perubahan.
Sekarang , Apa yang telah engkau berikan untuk Negaramu ? ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar